• TOPIK: Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini
    FLEKSIBILITAS LAPTOP ACER
    DALAM PENSEMATAN INTERACTIVE FLASH GAMES
    MELALUI BLOG GURU  
    UNTUK MENINGKATKAN ANTUSIASME BELAJAR ONLINE
    SISWA KELAS X MIPA/IPS
    TERHADAP ENGLISH TENSES
     ENTENG 2
     
    Oleh: ERWIN JOKO SUSANTO, S.Pd
    Guru Bahasa dan Sastra Inggris SMAN 2 Kota Mojokerto
     

    Latar Belakang
    Pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang SMA sangat memperhatikan empat keterampilan berbahasa, yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Semua itu didukung oleh unsur-unsur bahasa lainnya, yaitu: Kosa Kata (Idiom, vocab), Tata Bahasa (grammar) dan Pengucapan (Pronunciation) dimana unsur-unsur itu secara langsung membangun tipe wacana atau genre tertentu sebagai alat pencapai tujuan, layaknya sebuah tipe bangunan yang akan kita tinggikan harus memakai scaffolding dengan komposisi bahan bangunan yang sesuai. Jangan sampai kita membangun rumah tapi bahan dasar bangunan itu hanya pasir dan batu bata saja. Dari komponen berbahasa di atas, grammar merupakan salah satu yang dirasa sering menjadi masalah bagi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, walaupun dalam kenyataannya grammar secara tidak langsung ikut membangun wacana (text) dan soal tentang jenis grammar atau tenses manapun tidak akan dipertanyakan secara langsung dalam berbagai ujian baik Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional. Hal tersebut sangat menarik untuk diteliti mengingat salah satu indikator siswa berketerampilan bahasa Inggris siswa di negara Indonesia sebagai Foreign English Speaking Country sangatlah tidak bisa lepas oleh penguasaan kosa kata, struktur bahasa dan kemampuan siswa dalam merangkai kata menjadi sebuah teks yang berterima. Perbedaan secara grammatikal antara bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama merupakan titik timbulnya masalah siswa dalam proses pemahaman.
    Sebelum kegiatan inti, secara umum kita sebagai guru melakukan apersepsi sampai sharing knowledge dengan kegiatan listening/speaking. Dalam kegiatan ini, siswa biasanya diberi contoh teks dialog rumpang (cloze procedure) dan siswa diminta untuk mengisi bagian yang hilang dengan kata yang didengarkan. Pada tahap ini sering siswa mendapatkan kesulitan terutama pada makna kata yang sebelumnya asing dan tidak lazim ditelinga mereka entah karena kurang membaca atau bagaimana, sehingga ketika kaset listening diputar, ditambah suara dari native speaker yang cepat dan akhirnya satu kata sudah tertinggal. Proses pembelajaran seperti itu sudah biasa dilakukan oleh kita dan ternyata hasil pembelajaran siswa kurang maksimal dan nilai siswa khususnya pada kompetensi menangkap makna teks secara umum masih standar. Penulis memperoleh data dari hasil pengamatan melalui refleksi yang dilakukan bahwa siswa terlihat pasif, bosan dan bahkan ada beberapa siswa yang mengeluh tidak percaya diri atau menggantungkan kepada yang pintar saja. Hal ini sangat mengundang pertanyaan apakah pembelajaran dari listening ke speaking tersebut kurang maksimal sehingga perlu dirubah menjadi reading before speaking atau harus ke games sebelum ke materi.
    Setelah mengamati uraian di atas, dapat dilihat sebuah gambaran bahwa hasil dan proses belajar sangat terkait satu dengan lain dan hal tersebut merupakan masalah yang harus segera diatasi. Sebagai upaya solusi dari permasalahan tersebut penulis berusaha mencari strategi pembelajaran yang tepat.
    Setelah mengikuti berbagai pelatihan guru serta ditunjang dengan berbagai pengalaman mengajar, penulis mencoba mencari solusi agar permasalahan di atas dapat terselesaikan. Akhirnya dicetuskanlah pendekatan pembelajaran melalui permainan flash games secara online. Penulis yakin dengan pembelajaran online akan menguatkan pemahaman dan antusiasme belajar siswa dalam memahami materi membosankan sekelas tenses. Oleh karenanya, dalam kesempatan inilah, penulis mencoba berbagi pengalaman mengajar dan mengilustrasikannya dalam bentuk artikel ini dengan judul,”Fleksibilitas Laptop Acer Dalam Pensematan Interactive Flash Games Melalui Blog Guru  Untuk Meningkatkan Antusiasme Belajar Online Siswa Kelas X MIPA/IPS Terhadap English Tenses”.
     

    Kajian Teori
    Terdapat tiga macam modalitas belajar yang digunakan oleh seseorang dalam pembelajaran, yaitu pemrosesan informasi, dan komunikasi (DePorter, dkk, 2000). Senada dengan yang diungkapkan oleh Tim Power Brain Indonesia dalam situsnya menyatakan bahwa secara ilmiah sudah diketahui bahwa dalam hal penyerapan informasi tersebut manusia itu dibagi menjadi 3 bagian; manusia visual, yang mana ia akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/ dilihatnya; manusia auditorik, di mana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan diserap secara optimal; dan manusia kinestetik, di mana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain tersebut melakukan hal tadi (http://www.medikaholistik.com).
    Senada hal tersebut di atas, permainans crabble atau acak kalimat merupakan implementasi dari Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) yang merujuk ke pendapat Nurhadi (2004: 148-149), dimana kunci dalam pembelajaran kontekstual adalah; (1) real word learning; (2) mengutamakan pengalaman nyata; (3) berpikir tingkat tinggi; (4) berpusat pada siswa; (5) siswa aktif, kritis dan kreatif; (6) pengetahuan bermakna dalam kehidupan; (7) pendidikan atau education bukan pengajaran atau instruction; (8) memecahkan masalah; (9) siswa akting, guru mengarahkan, bukan guru akting, siswa menonton; (10) hasil belajar di ukur dengan berbagai cara bukan hanya dengan tes.
    Dengan demikian pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual memiliki ciri yaitu harus ada grouping, kerja sama, saling menunjang, gembira, belajar dengan bergairah, pembelajaran terintegrasi, menggunakan berbagai sumber, siswa aktif, menyenangkan, tidak membosankan, sharing dengan teman, siswa kritis dan guru kreatif. Proses kegiatan pembelajaran dapat lebih bermakna jika kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan berangkat dari pengalaman belajar siswa dan guru yaitu kegiatan siswa dan guru yang dilakukan secara bersama dalam situasi nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari di alam maupun dalam kondisi berinteraksi dengan teknologi informasi (TIK).
    Brown, H.D. (1994) mengemukakan bahwa ada 2 dari 6 kategori latihan yang mungkin dalam pembelajaran komunikasi berbahasa, yaitu:

    Imitative Drills in which the learner simply repeats a phrase or structure for clarity and accuracy;
    Intensive-Drills or repetitions focusing on specific phonological or grammatical points, such as minimal pairs or repetition of a series of imperative sentences;

    Media
    Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
    Banyak batasan yang diberikan orang tentang media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan di Amerika misalnya membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
    Media dapat digunakan untuk mengatasi rasa kebosanan siswa; jika siswa tertarik dengan apa yang mereka kerjakan, mereka akan menikmati proses belajar mengajar dan memahami materi yang diberikan (Ur, 1988).
    Hal senada juga diungkapkan oleh DePorter dan Hernacki (2000) dalam bukunya Quantum Learning, bahwa media visual/alat peraga dapat menciptakan lingkungan yang optimal, baik secara fisik maupun mental. Hal yang terpenting adalah bahwa media mampu mendorong siswa untuk berbicara, menulis; dan dengan menggunakan media proses belajar mengajar dan hubungan antara guru-siswa akan terjalin lebih efektif.
    Menurut Sukartiwi (1996), ada beberapa keuntungan yang dapat diraih dengan menggunakan media yaitu:

    meningkatkan motivasi siswa
    mencegah kebosanan siswa dalam mengikuti suatu proses belajar mengajar
    menjadikan proses belajar mengajar berjalan lebih sistematis
    memudahkan siswa memahami instruksi guru dalam proses belajar mengajar
    memeperkuat pemahaman siswa pada konteks pelajaran yang diharapkan.

    Dalam Sydney Micro Skill, media pembelajaran berfungsi untuk:

    membangkitkan dan menjaga ketertarikan siswa.
    merangsang otak siswa untuk berfikir dengan landasan yang konkrit.
    mendapatkan tingkat pemahaman yang tinggi secara efisien dan tingkat permanensi dalam pembelajaran siswa.
    Namun demikian potensi besar media itu masih kurang dioptimalkan kegunaannya oleh para guru. Beberapa guru masih memiliki “psychological rejection” dalam penggunaannya dan kurang terampil dalam implementasinya disebabkan minimnya pelatihan yang dapat diikuti.

     

    Jenis media

    Media pembelajaran secara arbitrer dapat dikategorikan dalam lima kategori sebagai berikut:

    Visual: Gambar, sketches, ilustrasi, pola, diagram, foto, film, film strip, slide, chart, graphs (pictorial, lingkaran, balok, garis), drawings, lukisan, buletin, koran, majalah, poster, periodical, buku (teks, referensi, perpustakaan), ensiklopedia, kamus, komik, kartun, karikatur, peta (wisata, komersial atau ekonomi, politik), globe, direktori jalan, brosur perjalanan, rute dan timetable kereta dan pesawat, iklan, calender, mural, tabel, diorama, friezes, simbol (seperti x à $), demonstrasi, miming, desk presenter.
    Audio (musik, kata, suara dan efek suara): rekaman, tape, radio, laporan siswa, cerita, pusi dan drama, alat musik, pre-recorded plays, laporan, diskusi.
    Audio-visual: sound moving pictures, televisi, puppets (stick, glove, string), improvized and scripted dramatization, role playing, ekskursi, fenomena alamiah yang ditemui di sekililing, demonstrasi, LCD, dan computer.
    Tactile: specimen, objek, ekshibit, artifact, model, sculptured figure, live and stuffed animals, eksperimen; tools, material yang telah dikonstruksi dari suatu model, mainan, wayang dan pertunjukan wayang; mengukur dan menimbang, kebun pekarangan; templates, dan termometer.
    Virtual: Interactive Flash, Flash Card, Blog, websites, Internet, e-mail, audio-video streaming, chatting, messaging, audio-video conferencing, e-newsgroup, cybernews.

    Contoh Blog Guru untuk mensematkan interactive flash games secara online
    ENTENG 2
    http://englishtensesgames.blogspot.co.id/
    ENTENG
    Contoh Tampilan Interactive Flash Games
    yang bisa dimainkan secara online oleh siswa
    di http://englishtensesgames.blogspot.co.id/
    Tampilan menu flash yang lain
    tampilan lain flash
    Proses Register ke google site dan Pensematan file swf ke blog dengan bantuan google site:
    Berawal dari keinginan untuk menampilkan file .swf ke dalam blog, maka saya mencari petunjuk cara mengupload dan memasang file SWF/Flash di blog tersebut. Alhamdulillah sudah banyak yang membahas hal tersebut jadi saya tidak perlu bingung-bingung lagi.  Bagi sobat yang mau mencoba mengupload dan memasang file swf/flash di blog bisa mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut.
    1. Siapkan file flash di laptop/hard disk kita dengan tipe .swf (dari berbagai tipe file flash hanya tipe swf yang bisa disematkan dan dijalankan pada blogspot atau wordpross atau jenis blog lainnya). Keunggulan file swf ini adalah pada loadingnya yang cepat,tidak makan waktu lama sehingga cocok digunakan pada blog. Bahkan jika kita ingin memasang lagu di blog, sebaiknya dirubah dulu menjadi format swf agar tidak memberatkan loading halaman blog.
    2. File SWF Anda harus  diunggah dulu ke jasa penyedia layanan simpan data secara online, dan penyedia jasa yang lebih fleksible di sini adalah https://sites.google.com.   Apa itu Google Sites? Google Sites merupakan aplikasi wiki yang sebenarnya sudah bisa dipakai untuk membuat situs web secara gratis, disamping fungsinya adalah sebagai web-hosting dengan kemampuan menyimpan file apapun dengan fasilitas kapasitas yang lumayan besar. Bahkan ketika sudah file penyimpanan di google site sudah penuh, kita bisa buat lagi dengan login/sign up melalui email kita yang lainnya. Jadi fitur yang dimiliki Google Sites antara lain:

    Dapat dipakai untuk membuat artikel sekaligus melakukan proses edit
    Navigasi menu simple,mudah dipahami
    Satu website yang dibuat memiliki space 100 Mb
    Dapat membuat domain sendiri
    Dapat memasukkan dokumen dari Google Docs (google drive),melampirkan file termasuk video youtube, dll
    Free Register

    3. Nah,untuk upload file swf di Google Sites,ada beberapa langkah yang harus dilakukan.Silahkan di simak caranya berikut ini :

    Buka dulu Google Sites di https://sites.google.com. Dan silahkan sign up/register dengan gmail yang anda miliki. Tunggu sebentar selagi masih loading dan sampai berhasil
    Akan muncul tampilan pada layar > Klik create
    Pilih Template Kosong dan Beri nama situs yang ingin dibuat,jika tidak tersedia coba lagi dengan nama lain,
    Pada url Google Sites masukkan sub nama situs lagi
    Isi kode captcha sesuai gambar di bawah
    Klik tombol gear pada pojok kanan atas layar
    Pilih Tindakan Situs
    Klik Lampiran

    1
     

    Klik tombol ‘add file’

    1b

    Cari file swf di dokumen laptop/hard disk dan klik untuk di upload

    1c
    1d

    Klik nama file swf yang telah diupload tadi agar tampil di new tab, dan link url nya bisa kita kopi dulu di tempat lain / word

    2
     

    Akan muncul alamat url yang panjang nya seperti ini :

    https://c5f0ed02-a-62cb3a1a-s-sites.googlegroups.com/site/inventarisasitugasmandiri/dokumen/simple-present-1.swf?attachauth=ANoY7cpVUUBLotB-xEQWQbcdJqP0RPQorbM-KHZlsOA3sasmI53ZHm7MIB5S62xInuQ5xPPKneZnmVU5GJj2xPfZWst8XP1vYXpd-Zq05LQT9sGKe8yrKyRCUoiwqar6HuZktY61qeGHL3EN13etlceUILalzzW-BQBYGwUz0chsgPTJHse2nS1mbJcGrXxXU6hCP_P9bNk1SvVyyYQ_toh3hLS5zLIMOVXTGKpGgXkXP-1JjZLktCbICW-9Jqlc8QilJKSfxeBY&attredirects=0
    1e
     

    silahkan Copy Link Address yang ada dan letakkan pada kode/script berikut dengan memasukkan/mengganti tulisan warna merah dengan link file swf pada google site yang kita dapat di atas.

     
    <embed align=”middle” allowscriptaccess=”always” height=”450″ pluginspage=”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer” quality=”high” src=”TULISAN WARNA MERAH.swf” type=”application/x-shockwave-flash” width=”400″></embed>

    Sehingga jadinya setelah kita ganti TULISAN WARNA MERAH dengan link awal akan menjadi seperti ini:

     
    <embed align=”middle” allowscriptaccess=”always” height=”450″ pluginspage=”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer” quality=”high” src=”https://c5f0ed02-a-62cb3a1a-s-sites.googlegroups.com/site/inventarisasitugasmandiri/dokumen/simple-present-1.swf?attachauth=ANoY7coSoqforvcmLbJGILOC5QukSjQB9ej5viTy5sa0dUwOfDZNPXdXT9QV5x0otiTLElB5GUFicTNUF-nk6DCbQmuAhlsyhyi1ipkXQlRF3WVWHNMrHVlZtVBz3CHy3nS-OfU43y3CzJEsn77lo8fbWzmGhObaUN2wPMXTd8UdsMWrkgIq5tYXaYIk0LsCG3qT8jxo_GGT2go6-eht4ld_Nbqu9-4MfiAfMRH11YPhbBIZoGuUcs92RjeJaYEOkhi0vaaqNM8q&amp;attredirects=0.swf” type=”application/x-shockwave-flash” width=”400″></embed>
     

    Copy link tersebut untuk kita tempatkan pada halaman blog kita dengan cara mengunjungi edit halaman atau menambah halaman baru atau menambah postingan baru di blog (blogspot)  seperti tampilan berikut dan silahkan mencoba.

    1f
    1g
     

    Dan jadinya bisa anda lihat sendiri di blog penulis dengan url http://englishtensesgames.blogspot.co.id/p/simple-present-tense-vol-1.html Seperti pada gambar berikut:

    1h

    dan file yang sebenarnya memiliki nama simple present tense.swf bisa langsung dilihat oleh siswa secara online dan siap untuk di mainkan (ingat siswa harus tahu url/alamat blog kita dan untuk memainkan flash harus klik kanan dan klik play dan mereka akan memainkannya dan memahamkan diri mereka terhadap tantangan itu dengan sangat menyenangkan dan sangat memuaskan dan bisa diulang-ulang dan jangan lupa ada sisi-sisi dan ranah perilaku siswa secara psikomotor serta afektif yang bisa kita mulai nilai)
    Terima kasih dan selamat mencoba

    Kesimpulan
    Dari beberapa temuan dalam proses pembelajaran guru dan siswa, disimpulkan bahwa melalui flash games telah banyak indikator ketercapaian kompetensi baik pengetahuan dan ketrampilan terpenuhi dan pembelajaran tenses yang biasanya membosankan terkesan mampu menciptakan antusiasme pada diri siswa serta terbangunnya kemandirian dalam belajar.
    Berdasarkan kegiatan proses belajar mengajar, pembelajaran berbasis IT dengan mengkolaborasikan IT dapat memupuk rasa ingin tahu siswa dalam menjawab, mencari tahu, dan lain-lain.
    Kegiatan yang dilakukan guru ini merupakan upaya guru untuk menarik perhatian sehingga pada akhirnya dapat menciptakan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Hamalik (1994:116), “Motivasi yang kuat erat hubungannya dengan peningkatan keaktifan siswa yang dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran tertentu, dan motivasi belajar dapat ditujukan ke arah kegiatan-kegiatan kreatif. Apabila motivasi yang dimiliki oleh siswa diberi berbagai tantangan, akan tumbuh kegiatan kreatif.”
    Proses pembelajaran yang baik dan menyenangkan adalah hal yang semestinya diciptakan oleh guru dalam membimbing dan memberi penguatan kepada siswa di kelas. Guru tentunya memiliki keinginan bagaimana siswa dapat dengan cepat mengerti dan mengaplikasikan apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Hal yang paling utama adalah guru hendaknya senantiasa melakukan pengamatan sejauh mana peningkatan belajar siswa di kelas. Penulis menyarankan guru mulai mencoba menggunakan model pembelajaran seperti flash games untuk semua mata pelajaran, karena mereka lahir di era yang sudah serba digital dan tumbuhkembangnya mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba digital sehingga kesan menyenangkan selalu timbul, dimana ada teknologi disitulah wahana untuk pembelajaran dimulai, walaupun tidak selalu diartikan sebagai ketergantungan terhadap teknologi.
    Walaupun demikian, pembelajaran bahasa Inggris berbasis IT, berdasarkan temuan di lapangan mempunyai sedikit kelemahan atau mungkin justru juga hikmah mulia tentang keberadaan dan fungsi guru, yaitu:

    diperlukan bimbingan dari guru untuk melakukan kegiatan
    waktu yang tersedia perlu dibatasi jangan sampai siswa terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran.
    guru perlu persiapan untuk review materi flash yang sehat tanpa unsur negatif
    pembelajaran berbasis IT sangat bergantung pada intensitas pemakaian tenaga listrik.


     

    DAFTAR PUSTAKA

    Anita  Lie. Cooperative Learning. Jakarta: PT. Gramedia , 2005

    Arikunto, Suharsimi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Dirjen PMPTK.

    Kemmis, S. dan Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Deakin: Deakin

    University.

    Mulyana, Slamet.2007. Penelitian Tindakan Kelas Dalam Pengembangan Profesi

    Guru. Bandung: LPMP.

    Mulyasa. (2003).  Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan

    Implementasi. Bandung : Remaja Rosda karya.

    Suhardjono et.al. 2005. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang

    Pendidikan Dan  Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta:

    Dirjen Dikgu dan Tentis.

    Stringer, R. T. 1996. Action research: A handbook for practitioners. London

    International Educational and Profesional Publisher.

    Wibawa, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas Dirjen

    Pendasmen Dirtendik: 2003

    Brown, H.D. 2000.Principles of language learning and teaching.New York: Pearson

    Brown, J.W, et.al. 1997. Instruction: Technology, Media, and Method. New York: McGrow Hill Company

    Gerlach Vernon, S and D.P Ely. 1980. Teaching and Media: Systematic Approach. New Jersey: Prentice Hall.

    Hamalik, O. 1993.Media Pendidikan.Bandung: PT. Citra AdityaBakti

     
    “Artikel Ini Diikutkan Dalam Lomba Karya Guru Era Baru”

  • TOPIK: Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini
     KECEPATAN DAN PRODUKTIFITAS LAPTOP ACER
    DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BLOG GURU
    SEBAGAI WAHANA INVENTARISASI
    TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR BERUPA VIDEO
    SISWA KELAS X MIPA/IPS
    BIDANG STUDI BAHASA DAN SASTRA INGGRIS TAHUN PELAJARAN 2016/2017
    SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO
    Oleh:
    ERWIN JOKO SUSANTO, S.Pd
    erwin
    Ucapan Terima Kasih
     
    Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu, maka dalam kesempatan ini tidak lupa diucapkan terima kasih banyak kepada:

    guraru.org sebagai wahana menulis untuk guru
    Orang tua yang telah melahirkan dan mengasuhku.
    Istri dan anak-anak tercinta di rumah yang senantiasa mendampingi.

    Mudah-mudahan amal baik semua pihak di atas mandapat imbalan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
    Akhirnya, penulis mengharapkan semoga karya yang sederhana ini dapat memberikan sumbangan ilmu pengetahuan yang berharga bagi peningkatan mutu proses pembelajaran berikutnya dan memberikan inspirasi bagi segenap sahabat guraru.org
     

     
    Kata Pengantar
    Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan dalam rangka melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, agar dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada hakekatnya ingin merubah perilaku, intelektual dan moral maupun sosial agar bisa mandiri dan berkarakter dalam kehidupan di masyarakat. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang diatur oleh guru, meliputi: tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Dalam metodologi pembelajaran, ada dua aspek yang menonjol, yakni: metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran.
    Media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran yang harus direncanakan dan diatur oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Peran media pembelajaran dalam metodologi pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan harapan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Sebagai alat bantu pembelajaran, media bisa berperan untuk menunjang penggunaan metode pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru agar penyampaian bahan belajar bisa lebih efektif dan efisien.
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi pada kegiatan pembelajaran. Selain menggunakan alat bantu yang murah dan sederhana, guru dituntut untuk mampu menggunakan berbagai media pembelajaran yang canggih dan modern sebagai hasil inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu media Internet berupa blog secara online, sehingga tidak hanya membantu kinerja guru dan siswa dalam mengaplikasikan proses dan hasil pembelajaran akan tetapi juga dapat menginventarisasi kinerjanya masing-masing serta sekaligus dapat diakses oleh pihak ketiga yaitu, orang lain dan pihak-pihak lain secara persuasif.
    Pemanfaatan tekhnologi seperti internet online dapat melibatkan secara langsung siswa secara aktif dalam mengupload pengalaman belajarnya secara langsung (kongkret) yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa dengan memperhatikan situasi belajar siswa. Pengalaman langsung akan memberi kesan paling utuh dan paling bermakna tentang informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman tersebut, sebab melibatkan indera penglihatan, pendenagaran, perasaan, penciuman dan peraba. Dengan learning by doing, keikut-sertaan siswa secara langsung (misalnya menyiapkan materi, melakukan praktek, mengupload dan mengolah data sampai pada tingkat mengevaluasi diri dan kelompok) sehingga lebih bermakna (meaningful).
    Sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan, media dapat mengatasi perbedaan gaya belajar siswa, minat, inteligensi, keterbatasan daya indera, cacat tubuh atau jarak geografis, jarak waktu dan lain-lainnya. Namun demikian, media sebagai alat dan sumber belajar tidak dapat menggantikan peran guru sepenuhnya, artinya media tanpa guru tidak akan berfungsi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran guru masih tetap diperlukan untuk memberi bantuan pada siswa, seperti apa yang harus dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya serta hasil belajar apa yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
     Bab 1
    PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    Kita melihat banyak siswa kita banyak yang diterima diperguruan tinggi dengan nilai yang memuaskan dan ketika lulus mereka mampu bekerja dan berperan untuk kemaslahatan manusia. Oleh karena itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan isi yang diamanatkan dalam paragraf 4 (empat) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang secara otomatis membantu kinerja pemerintah dalam meningkatkan taraf dan tujuan pendidikan nasional yang didelegasikan kepada departemen pendidikan nasional dan diteruskan oleh Dinas Pendidikan di daerah, kota dan kabupaten dan dilaksanakan oleh guru-guru di seluruh Indonesia,  maka paradigma dalam dunia pendidikan tersebut di atas perlu diluruskan dan dibutuhkan sebuah obyektifitas yang layak dengan mengedepankan standar proses dari pada hasil, karena bagaimanapun kebahagiaan nun jauh disana yang selama ini ingin kita capai akan tidak berhakikat dan bermakna jika jalan dan cara yang kita tempuh sangat syarat dengan kecurangan, ketidakobyektifan, ketidakjujuran dan ketidakmurnian. Oleh karena itu kita sebagai manusia apalagi yang memiliki tugas mulia sebagai guru yang berilmu dan bermartabat maka kita membutuhkan strategi yang mempermudah kinerja dan jalan kita, jalan siswa dan pemerintah yaitu dengan kata lain harus win-win solution. Pada kesempatan kecil ini penulis tidak hanya ingin berpartisipasi berbagi ilmu tentang keguruan kepada saudara-saudara seperjuangan, kerabat kerja setanah air tetapi juga menghadirkan pemecahan berbagai masalah kita sehari-hari dan berbagai solusi ke depan untuk mempermudah kinerja profesi ini dan mencoba untuk menyuguhkan sebuah pengalaman kecil yang barangkali membantu kinerja kita agar lebih mudah dan efektif yaitu “Kecepatan Dan Produktifitas Laptop Acer Dalam Meningkatkan Efektifitas Blog Guru Sebagai Wahana Inventarisasi Tugas Mandiri  Terstruktur Berupa Video Siswa Kelas X Mipa/Ips Bidang Studi Bahasa Dan Sastra Inggris Tahun Pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto”.
      
    2. Rumusan Masalah dan Tujuan

    Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah pada bagian pendahuluan di atas, dapat dirumuskan masalah umum yang akan dikaji melalui penelitian tindakan kelas, yaitu; Sejauh mana efisiensi blog guru dapat dimanfaatkan sebagai wahana inventarisasi tugas mandiri terstruktur berupa video dalam meningkatkan kompetensi   berbicara bahasa dan sastra inggris siswa kelas X-MIPA/IPS tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 kota mojokerto?

    Tujuan

      2.1 Tujuan Umum
    Tujuan penulis dalam penelitiannya secara umum adalah untuk mengetahui sejauh mana efisiensi blog guru dapat dimanfaatkan sebagai wahana inventarisasi tugas mandiri terstruktur berupa video dalam meningkatkan kompetensi   berbicara bahasa dan sastra inggris siswa kelas X-MIPA/IPS tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 kota mojokerto.
     2.2 Tujuan khusus
    Di samping tujuan umum di atas, ada beberapa tujuan khusus dari tulisan ini,  diantaranya yaitu:

    penulis ingin mengetahui sejauh mana efisiensi blog guru dapat dimanfaatkan sebagai wahana inventarisasi tugas mandiri terstruktur berupa video dalam meningkatkan kompetensi berbicara bahasa dan sastra inggris siswa kelas X-MIPA/IPS tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 kota mojokerto:
    agar tulisan ini menjadi bahan awal yang dapat menginspirasi pihak lain untuk lebih mampu menginovasi teknik dan metode pembelajaran mampu memberikan apresiasi terhadap kinerja kita guna kesempurnaan ke depan

    BAB 2
    KAJIAN PUSTAKA
     Secara umum, media internet dan media pembelajaran lainnya mempunyai manfaat sebagai berikut:

    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

    Obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realia, gambar, film bingkai, film atau model.
    Obyek yang kecil bisa dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar
    Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photographi

    Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, foto maupun secara verbal.

    Obyek yang terlalu kompleks, dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain
    Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat divisualkan dalam bentuk film, gambar, video, dll.

    Mengatasi sikap pasif siswa. Media pembelajaran bisa berperan:
    Menimbulkan kegairahan belajar siswa
    Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan
    Dengan sifat yang unik pada setiap siswa, ditambah lagi dengan lingkungan dan pengamalan yang berbeda, akan memberi kesulitan bagi guru untuk menyama-ratakan kemampuan siswa. Dengan media, kesulitan tersebut bisa di atasi dengan cara:
    Memberikan perangsang yang sama
    Mempersamakan pengalaman
    Menimbulkan pesepsi yang sama
    Selain itu, pemanfaatan media pengajaran bisa meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan meningkatkan gairah siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    Seorang guru perlu memahami bahwa media pembelajaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Fungsi utama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran untuk menunjang penerapan metode pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru sesuai dengan karakteristik siswa dan bahan belajar yang akan disampaikannya. Manfaat media pembelajaran, secara khusus adalah bahwa kita mampu menghemat waktu dan kapasitas hard disk laptop kita dalam menyimpan file tugas siswa. Peran youtube dan google dokumen disini sangat membantu mengefisiensi waktu dan kapasitas tempat menjadi lebih besar dan mungkin tak terbatas. Secara otomatis semakin banyak file yang bisa kita upload secara online baik di youtube ataupun google docs, maka dengan kapasitas hard disk laptop atau PC kita yang terbatas akan semakin kecil kemungkinan kita ingin menyimpan seluruh file tugas siswa di laptop atau PC kita. Di sisi lain, setelah siswa atatu guru mengupload atau mengunggah semua file tugasnya melalui youtube dan google docs, maka file yang ada di laptop bisa dibuang atau didelete tanpa beban, dan rasa amanlah yang timbul karena tidak ada pihak lain yang menghack file kita selagi kita merahasiakan password atau username pada blog kita atau account ID kita di youtube dan google docs.
    Untuk mempermudah pemahaman kita sebelum melakukan rangkaian proses penelitian di lapangan, maka perlu di adakan kajian pustaka untuk menunjang teori dan cara melakukan penelitian. Berbagai referensi tentang pengertian dan kata-kata kunci tentang penelitian ini pasti ada yang sudah tidak asing dan hanya membutuhkan pemutakhiran landasannya, yaitu diantaranya adalah:

    Tautan atau yang disebut sebagai pranala(Inggrishyperlink) adalah sebuah acuan dalam dokumen hiperteks (hypertext) ke dokumen yang lain atau sumber lain. Seperti halnya suatu kutipan di dalam literatur. Dikombinasikan dengan sebuah jaringan data dan sesuai dengan protokol akses, sebuah komputer dapat diminta untuk memperoleh sumber yang direferensikan.Ada beberapa cara (format) untuk menampilkan pranala pada halaman web. Sebuah embedded link (pranala yang tersimpan) adalah salah satu dari beberapa cara yang biasa digunakan: satu atau lebih dari kata-kata yang menggunakan tipe/gaya teks khusus.
    HTMLadalah Singkatan dari “Hyper Teks Markup Language-.” Ini adalah bahasa atau kode halaman Web yang juga dikenal sebagai dokumen hypertext, halaman Web harus sesuai dengan aturan dari HTML untuk dapat ditampilkan dengan benar dalam browser Web. Sintaks HTML didasarkan pada daftar tag yang menggambarkan format halaman dan apa yang ditampilkan pada halaman Web.
    Untungnya, bahasa HTML adalah relatif mudah untuk dipelajari. Program ini memungkinkan Anda untuk menempatkan objek dan teks pada halaman dan kode HTML ditulis untuk Anda. Tim Berners- Lee melihat kemungkinan dari penggunaan pranala untuk setiap bagian pautan informasi ke bagian informasi yang lain melalui internet. Dalam HTML pautan dilambangkan oleh elemen <a> (anchor). Pranala pada XML Sebuah rekomendasi khusus dari W3C disebut XML Linking Language (Bahasa link XML), Xlink menguraikan pranala yang menawarkan fungsi yang lebih luas daripada yang terdapat pada HTML Bagaimana pranala bekerja di dalam HTML? Sebuah pranala memiliki dua bagian, disebut jangkar (anchor), dan tujuan. Sebuah pranala dimulai pada jangkar sumber dan menunjuk pada jangkar tujuan. Kebanyakan jangkar tujuan adalah URL yang digunakan pada Waring Wera Wanua. Ini dapat merujuk kepada sebuah dokumen, contohnya halaman web, atau sumber yang lain, atau sebuah posisi pada halaman web. Yang terakhir ini dilakukan melalui elemen HTML dengan atribut name atau id pada posisi dokumen HTML dokumen tersebut. URL posisi tersebut adalah URL halaman web dengan menambahkan “#nama atribut”. Kode HTML mengandung beberapa atau semua dari 5 karakteristik pokok dari sebuah pranala: 1. Tujuan pranala (“href” menunjukkan ke sebuah URL) 2. Label pranala 3. Judul pranala 4. Sasaran pranala 5. Kelas pranala atau ID pranala. Ini biasanya menggunakan element HTML “a” dengan dilengkapi “href” dan juga karakter lain “title”, “target”, dan “class” atau “id”. (contoh: <a href =”URL” title=”judul pranala” target=”sasaran pranala” class=”kelas pranala”>Label Pranala</a>). Untuk membuat sebuah pranala ke dalam sebuah halaman situs dapat diambil bentuk ini :

    1. Contoh Kode
    <a href=”http://id.wikipedia.org/”>Wikipedia</a>

    2. Hasil
    Wikipedia

    Umumnya, sebuah pranala akan membuka frame atau jendela sebelumnya, tetapi sebuah situs yang menggunakan frame dan jendela-banyak untuk navigasinya menambahkan sebuah karakter khusus “target” untuk menyepesifikasikan dimana pranala tersebut di bebankan. Jendela diberi nama sesuai dengan keinginan dan identifikasi itu mengacu pada sesi penjelajah sebelumnya. Jika pada jendela sebelumnya tidak cocok dengan nama itu, sebuah jendela baru akan dibuat dengan menggunakan ID. Pembuatan jendela baru biasanya menggunakan karakter “target”. Untuk mencegah penggunaan jendela yang berulang-ulang, sasaran jendela khusus dengan nama “_blank” dan “new”, karakter ini akan selalu memunculkan jendela baru. Terutama untuk melihat tipe pranala ini adalah ketika suatu halaman website berputan pada halaman halaman lain. Tujuannya adalah untuk memastikan pengguna tidak kebingungan saat menjelajah pada situs yang telah dipautkan dengan situs lain. Terkadang karakter ini sering digunakan secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan banyaknya jendela yang terbuat saat menjelajah pada sebuah situs. Karakter untuk sasaran halaman khusus yang lain adalah “_top”, ini adalah karakter frame yang berguna untuk menghapus jendela lama sehingga penjelajahan dapat dilanjutkan dengan jendela yang penuh. 

    Google Docsadalah layanan pengolah katalembar sebarpresentasiformulir, dan penyimpanan data berbasis web gratis dari Google. Layanan ini pertama kali diluncurkan pada 10 Oktober 2006 sebagai gabungan dua layanan: Writely dan Spreadsheets. Layanan presentasi diluncurkan pada 17 September 2007 sedangkan layanan penyimpanan data untuk berkas apa pun (hingga maksimum 1 GB per berkas) diluncurkan pada 13 Januari 2010.  Saat kini google docs telah disempurnakan menjadi google drive seiring dengan perkembangan kebutuhan aplikasi para peramban internet di seluruh dunia.
    Tugas Terstruktur dalam duniapendidikan adalah merupakan sekumpulan informasi pribadi/kelompok yang merupakan catatan dan dokumentasi atas pencapaian prestasi seseorang dalam pendidikannya. Ada beraneka macam tugas terstruktur mulai dokumen, foto, lembaran tulisan/ketikan, video dan lain-lain sebagai bukti pencapaian hasil atas suatu pendidikan atau kursus. Tugas terstruktur ini sangat berguna untuk akreditasi pengalaman seseorang, pencarian kerja, melanjutkan pendidikan, pengajuan sertifikat kompetensi, dan lain-lain. Portofolio untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMA dipandang sebagai kumpulan seluruh hasil dan prestasi belajar siswa. Dokumen setelah terkumpul lalu diseleksi yang akhirnya membuat refleksi pribadi. Penilaian ini dianggap sebagian peneliti pendidikan adalah penilaian alternatif di dunia modern dan jauh lebih reliable dan valid daripada penilaian baku. 

    Namun pada hakekatnya tugas/penugasan terstruktur adalah segala bentuk kinerja seseorang baik tertulis maupun tidak tertulis, baik verbal maupun non verbal yang mampu didokumentasikan dan bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya walaupun sedikit.

    Blog 6 merupakan singkatan dari web log, adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat di akses oleh sesama pengguna internet dengan toik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
    Online7

    Menurut Charles Graham dan teman-temannya, ada 7 prinsip mengajar yang efektif dalam mengimplementasikan pembelajaran online, yaitu:
    Seven Principles of effective Teaching: A Practical Lens for Evaluating Onlien Courses
    Principle 1: Good practice Encourages Student-Faculty Contact
    Principle 2: Good practice Encourages Cooperation Among Students
    Principle 3: Good practice Encourages Active Learning
    Principle 4: Good practice Gives Prompt Feedback
    Principle 5: Good practice Emphasized time on task
    Principle 6: Good practice Respects Diverse Talents and ways of learning

    Principle 7: Good practice communicates high expectation
     Bab 3
    PEMBAHASAN
    1. RANCANGAN ALAT
    Alat yang dimaksud disini adalah wahana internet (google dokumen, youtube dan blogger) yang digunakan untuk berbagai fungsi mulai dari mengumpulkan berbagai informasi dan data untuk diolah sampai menjadi bahan jadi siap tampil dan dapat di cari oleh mesin telusur google serta mampu meyakinkan bahwa perangkat yang sudah tidak asing tadi dapat mudah diciptakan oleh siswa mana saja dan oleh siapapun.
    Perangkat IT yang digunakan meliputi hal-hal fisik sebagai berikut:

    Laptop (ACER).

    Diharapkan bahwa untuk mempercepat kinerja kita, sebagai guru tidak boleh gaptek dan terus termotivasi untuk belajar IT, Oleh karena itu tidak hanya memiliki laptop ACER terbaru yang kecepatannya super untuk upload dan download, tapi juga mampu mengoperasikan komputer (word dan excel) adalah modal utama untuk menjalankan misi ini.

    HotSpot area, HP as Modem (Internet connection, Wifi,). Diharapkan dalam mengelola nilai dan upload file yang harus benar-benar lancar dan tidak terputus-putus jaringannya.

    Kamera (digital, camera HP 3G/4G, handycam, dll).

    Kamera di sini adalah mutlak dimiliki oleh siswa. Dengan intensitas beberapa ratus mega pixel yang dimiliki oleh kamera tersebut diharapkan mampu dan jelas merekam audiovisual tugas siswa yang berbentuk penampilan (drama, pidato dan lain-lain).

    Google atau Yahoo ID atau email sebagai syarat untuk membuat free blog/situs kita di blogspot.com atau persyaratan untuk mengunggah video dan file atau dokumen kita ke dalam google dokumen dan youtube.
    File-file format perangkat mengajar yang diupload ke google document.(ms. Word dan Excel)
    File Daftar nama dan nilai siswa di kelas (ms. Excel)
    File format penilaian tugas mandiri tidak terstruktur.

     
    2. PROSES PEMBUATAN ALAT
    Untuk mengupload atau mengunggah dokumen, video dan lain-lain melaului fasilitas google dokumen atau youtube dan agar dapat tampil online melalui suatu blogger dan dapat diakses siapa saja yang kita inginkan, kita harus mendaftar (sign up) dulu ke masing-masing 3 fasilitas tadi, yaitu:
    GOOGLE DOKUMEN (GOOGLE DRIVE)
    Proses registrasi
    Pertama, siswa kita ajari cara registrasi online dan gratis dengan menggunakan account IDnya masing-masing. Tujuan dari registrasi (sing up) ini adalah untuk mempermudah akses masuk, edit, upload, dal lain-lain melalui google dokumen (google drive).
    Kedua, siswa kita ajari bagaimana mengupload file tugas melalui google dokumen secara online yang sudah dibuat tadi dengan account ID nya masing-masing berupa email. Misalnya file yang akan diunggah (upload) adalah video tugas kelompoknya, maka proses uploadnya seperti yang dicontohkan pada
    Ketiga, tujuan mempublikasikan secara online melalui google docs, adalah selain supaya dapat diakses oleh mesin telusur google dan tak lupa mencatat kode link (url) atau kode HTML yang telah di upload tadi. Kode itu secara otomatis akan muncul ketika kita sudah mengupload file kita.
    Keempat, untuk mengakses kode html tersebut maka siswa lalu harus mengklik oke atau blok kode html nya dan klik kopi seperti nampak pada gambar kode html inilah yang harus diberikan kepada kita (guru) untuk kita sematkan (tanamkan) ke blogger kita.
    Kemudian, tugas guru adalah melihat situs atau blognya dalam kurun waktu maksimal 1 (satu) minggu setelah pemberian tugas adalah waktu yang kita punyai untuk mendesain isi dari blog kita yang salah satunya terdapat tulisan atau label yang dilinkkan (via URL) ke document siswa kita, bahkan kita dan siswa lain mampu melihat secara online yaitu dengan menyematkan kode embed (HTML) file siswa, kita mampu mendesain penampakan secara langsung tanpa link di blog kita dan lebih menghemat waktu.
    BLOGGER
    Proses registrasi dan penyematan ke blogger

    Bagi teman-teman guru yang belum memiliki blog maka bisa segera daftar dulu lewat email akun secara gratis atau kunjungi blogspot.com. Dan anda akan menjumpai tampilan seperti gambar di bawah ini sebelum klik daftar dan ikuti petunjuk selanjutnya untuk mengeksplorasi kreatifitas kita di blog kita khususnya dalam menginventarisasi tugas anak-anak yang tentu saja secara online.

    blog

    Kemudian contoh blogger yang sudah jadi seperti tampilan pada gambar di bawah ini adalah hasil kreatifitas penulis yang masih bias di modifikasi sesuai kemauan pemiliknya, mulai dari setting, editing, penyematan, mengubahsesuaian tampilan warna, besar ukuran sematan html video dan lain-lain.

    blog2
    Contoh tampilan blog penulis yang sudah didesain dengan tautan google document dan kode HTML tugas mandiri tidak terstruktur siswa yang berupa video dan file lainnya.
    Prosedur Penggunaan alat dalam Pembelajaran
                Pembelajaran Reading, Speaking, Listening video and Writing Script. Pada tahap ini sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri atau berkelompok yang memiliki tujuan dan berorientasi kepada kemampuan siswa dalam mengimplementasikan skill berbahasanya terutama pada ketrampilan listening dan writingnya, sedangkan untuk skill speakingnya telah diimplementasikan kedalam video berdurasi yang sudah diupload ke google dokumen dan you tube oleh anak-anak kita tadi. Dua ketrampilan berbahasa yang selalu diimplementasikan dalam mengevaluasi ketercapaian berbahasa terutama listening and reading comprehension dan lazimnya kita jumpai pada waktu ujian nasional SMA/MA, pada tahap ini cenderung lebih flexible dan dapat dinegosiasikan yaitu dengan memberi waktu banyak (tapi terbatas) kepada satu kelompok untuk melihat, mendengar, mem-playback dan mem-pause video kelompok lain dan menuliskan transkrip ke dalam wahana yang tepat sebagai bentuk dan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris dan akhirnya memfasilitasi dan mempermudah penilaian guru terhadap pemahaman siswa-siswanya atau siswa dengan siswa yang lain. Akhirnya guru secara tidak langsung telah dibantu oleh siswanya untuk melalukan proses penilaian kinerja.
    Pada tahap penggunaan wahana ini sebenarnya kita sebagai guru ingin membuka suatu wacana bahwa video yang telah diupload yang berisikan audiovisual percakapan antara siswa dengan orang asing, atau video tugas lainnya (drama, speech, dan lain-lain) ini harus memiliki kadar muatan dan aspek bahasa seperti skill pronunciation, speaking utterance, dan language expression dan seberapa jauhkah dikuasai oleh siswa kita baik dengan video percakapan dengan persiapan menghapal materi terlebih dahulu ataupun yang spontanitas (impromptu).  Tetapi untuk memudahkan siswanya maka kita perlu menginformasikan beberapa aplikasi atau mesin transkrip, subtitle, speech captioning software sebelum kemudian diupload ke youtube caption (captiontube.appspot.com) secara manual atau ke google docs dengan menyematkan kode HTML nya. Referensi tentang berbagai situs resmi baik yang premium maupum yang gratis akan sangat digemari oleh siswa kita seperti halnya situs resmi free online yaitu http://www.transcriptionsservice.com atau http://www.transcriptionstar.com .
    Menyusun RPP
    Berikut ini adalah tahap-tahap pembelajaran dikelas yang dirancang dan secara procedural di susun dalam bentuk RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) dengan memanfaatkan alat yang dipakai bersama yaitu blogger kita (Bapak/Ibu guru) atau mandiri berkelompok melalui kopi paste kode html/url video kelompok lain yang akan ditranskrip atau melalui fasilitas situs captiontube.appspot.com.
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP untuk 1 (satu) kali pertemuan dengan penilaian pada tugas mandiri terstruktur secara individu direncanakan selesai setelah menyelesaikan satu kali pembelajaran yang menekankan listening dan speaking dengan melihat efektifitas dan efisiensi aktifitas bahasa siswa kita yang cenderung lebih nyaman dengan well prepared dari pada yang impromptu di kelas.
    RPP 1:
    PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
    DINAS PENDIDIKAN
    UPT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2
    Jalan Raya Ijen  No. 9 ‘ (0321) 321505 Fax. (0321) 331116 Mojokerto 61317
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
    Nama Sekolah                             : SMAN 2 Kota Mojokerto
    Mata Pelajaran                          : Bahasa dan Sastra Inggris
    Kelas/Semester                           : X / 2
    Jumlah Pertemuan                    : 2
    Materi                                           : Report
    1. Kompetensi Dasar
    3.8    membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks report lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X sesuai dengan konteks penggunaannya
    4.8.2 menyusun teks report lisan dan tulis, terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai kontek
    2. Indikator Pencapaian Kompetensi

    Indikator Pencapaian Kompetensi
    Nilai Karakter

    4.8.2.1 Siswa mampu menyaji hasil analisis tentang teks report secara lisan dan tulis, terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks report, secara benar dan sesuai konteks
    Religius, jujur,  disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, peduli lingkungan, dan  mandiri

    3. Tujuan Pembelajaran
    Pada akhir pembelajaran siswa dapat memperoleh pengalaman belajar dengan berlatih menyajikan dengan skill berbicara tentang report yang telah dibuat di depan kamera (handycam, digital, HP) dan mengupload / mengunggah file video kelompoknya melalui google dokumen atatu youtube untuk dikopi kode htmlnya
    4. Materi Pokok

    Natural Phenomenon/Report

     
    5. Metode Pembelajaran/Teknik:
    Tugas Mandiri Terstruktur (Individu)
    6. Skenario Pembelajaran

    Kegiatan Tatap Muka:

    Modelling text
    Question and answer
    Membuat konsep video tentang report
    Mengoreksi kesalahan ejaan, ekspresi dalam teks (naskah video)
    Siswa mampu Berlatih (dengan penekanan, pengucapan, ekspresi yg tepat)

    Kegiatan Terstruktur:

    Merevisi kembali naskah drama yang telah dikoreksi oleh guru.
    Bertanya jawab tentang isi yang terkandung dalam teks report yang dibuat (implisit dan eksplisit0
    Siswa secara individu mampu merekam secara audiovisual hasil analisa teks report yang telah dibuat di depan kamera (handycam, digital, HP)

    Kegiatan Mandiri:

    Siswa melakukan editing dan penyempurnaan file video audio visual
    Siswa mengumpulkan setiap hasil kerja dalam bentuk file video dan telah diupload ke google dokumen dan youtube,
    melaporkan dan menyerahkan kopi kode HTML video youtube ke blog guru (degan izin guru)

    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
    Pertemuan 1 (2 X 45 menit)
    Kegiatan Awal  (10’)

    Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
    Mengecek kehadiran siswa (nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
    Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
    Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan KD

    Kegiatan Inti (70’)
    Eksplorasi (10’)
    Dalam kegiatan eksplorasi guru:

    Modelling teks (listening/reading/watching movies about report)
    Question and answer
    Membuat konsep video tentang report
    Memberikan koreksi tertulis (revisi) pada teks (naskah drama) masing-masing kelompok

    Elaborasi (60’)
    Dalam kegiatan elaborasi guru:

    Memberi waktu selama setengah jam dan tempat seluas-luasnya untuk berlatih pengucapan, intonasi teks
    Melalukan pengamatan atau penilaian sementara. (lihat lembar penilaian bawah)
    Memberikan koreksi tentang pengucapan, ekspresi (acting), intonasi dan
    Memberikan penilaian sementara terhadap proses latihan di lapangan.

     
    Konfirmasi (5’)
    Dalam kegiatan konfirmasi  guru:

    Memberikan umpan balik pada siswa dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan pada siswa yang telah setengah perjalanan dapat menyelesaikan tugasnya.
    Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang yang akan ditindaklanjuti di rumah masing-masing (yaitu alat dan sensitivitas feature yang digunakan untuk merekam video report dirumah, format file/video yang akan diupload, dan spesifikasi kode html (ukuran display video) yang akan disematkan.
    Memberikan cara-cara dalam bentuk print-out tentang cara registrasi dan upload video

    Kegiatan Akhir (5’)

    Memberikan kesempatan Tanya jawab tentang berbagai hal yang menyangkut tugas mandiri terstruktur dan mekanisme dan formatnya.

    7. Penilaian

    Lembar Penilaian kognitif, Psikomotor dan afektif untuk keseluruhan data pada penilaian kegiatan penugasan tidak terstruktur sesuai RPP ini akan dilampirkan

    8. Sumber/Bahan/Alat

    Any possible source
    Internet based/laptop/google doc and youtube

    Alat bantu siswa
    Situs-situs free trial transcription service online, dimana situs dan proses login serta upload videonya seperti gambar yang ada di bawah ini:

    http://www.transcriptionstar.com/
    http://www.transcriptionsservice.com/

    Atau membuka dan mendatar ke youtube video channel yang mampu mengupload dan berfasilitas Closed Caption untuk membantu kinerja kita dalam menilai kompetensi speaking siswa
     Bab 3

    HASIL YANG DICAPAI
    Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua factor, yaitu dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.
    Untuk melihat bahwa proses pembelajaran yang dilakukan memberikan dampak dan hasil positif maka SKM atau KKM seharusnyalah yang menjadi barometer pertama yang harus dilihat.
    Berikut adalah contoh KKM pada pembelajaran speaking tahun pelajaran 2016/2017
    1. Analisis Indikator
     ANALISIS  INDIKATOR  UNTUK  PENENTUAN  KRITERIA 
    KETUNTASAN  MINIMAL  (KKM) TAHUN PELAJARAN 2016/2017
    Mata Pelajaran      : Bahasa dan Sastra Inggris

    Kelas/Semester      : X/ 2

    Standar Kompetensi         :
    3.8    membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks report lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X sesuai dengan konteks penggunaannya
    4.8.2 menyusun teks report lisan dan tulis, terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks
     

    No
    Uraian Indikator
    Kompleksitas
    Pendukung
    SKM
    Intake
    Jmlh
    Rata-rata SKM

    1
    4.8.2.1 Siswa mampu menyaji hasil analisis tentang teks report secara lisan dan tulis, terkait teknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks report, secara benar dan sesuai konteks
    77
    Alat peraga
    76

     

    2. Deskripsi hasil pembelajaran

    [video width="640" height="368" mp4="http://guraru.org/wp-content/uploads/2017/05/Arasy-Dafa-S.K.-09-cut-cut.mp4"][/video]

    Oleh karena itu, setelah di amati tentang berbagai hal yang menyangkut kompetensi speaking siswa (pronunciation, intonation, expression dan response) maka diperoleh deskripsi penilaian. Sebagai contohnya yaitu siswa dengan

    Nama   : ARASY DAFA SULISTYA K

    Kelas   : X-MIPA 4

    telah melaksanakan tugas mandiri terstruktur yaitu mampu merekam secara audiovisual hasil analisa teks report yang telah dibuat di depan kamera (handycam, digital, HP). Untuk penilaian expresi wajah (mimik, gesture) telah memuaskan sehingga kepadanya di berikan nilai tertinggi sebagaimana yang terformat berikut:

    No.
    No. Induk
    Nama
    L/P
    File/video html
    Nilai

    Pronunciation, into
    Expresion andResponse
    Afective

     
     
     
     
     
     
     
     

    9
    8586
    ARASY DAFA SULISTYA K
    L
    80
    90
    85
    A

     
     
     
     
     
     
     
     

     1

    BAB 4
    KESIMPULAN DAN SARAN
    1. KESIMPULAN
    “Belajar  adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya” (Ali Muhammad, 204 : 14). Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil.
    Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan dan di lain pihak mendidik dan menilai adalah hakikat atau ruh yang harus selalu ditambatkan dalam setiap tujuan pembelajaran. Belajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar. Kemudian untuk mampu membawa setiap proses pembelajaran yang lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari maka tak lupa menilai dan mendidik itu lebih sulit dilakukan dari pada mengajar materi.
    Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru),  seperti yang dikemukakan oleh Sudjana.
    Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22).
    Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan, keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.
    2. SARAN-SARAN
    Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa yaitu perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39).
    Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik).
    Sebagai saran dan masukan Penulis bagi pembaca dan semua pihak dan tokoh pendidikan yang terkait nantinya adalah keinginan untuk berfikir tentang karakter apa saja yang perlu ditanamkan dan dihidupkan dalam setiap proses pembelajaran yang tentunya bermanfaat bagi peserta didik untuk menghadapi masa depannnya atau masyarakatnya kini? Sehingga pendidikan karakter tidak hanya menghasilkan moral knowing atau pengetahuan untuk dipelajari secara teori dan tidak hanya sekadar tahu jujur itu apa definisinya, tetapi bagaimana sifat dan sikap jujur, mandiri, bekerja sama, emansipasi, toleransi, kritis, tanggung jawab, berbudi pekerti itu ditanamkan dan dinilai.
    DAFTAR PUSTAKA
     

    http://id.wikipedia.org/wiki/Pranala
    http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/blog/2142832-pengertian-kode-html/#ixzz24diI4mzX
    http://id.wikipedia.org/wiki/Pranala#Pranala_pada_HTML
    http://id.wikipedia.org/wiki/Google_Docs
    http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Portofolio&action=edit&section=5
    http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=&bih=&q=smartfren+connex&btnG=Telusuri+Gambar&gbv=2
    http://www.google.co.id/search?q=esia+max+D&tbm=isch&hl=id&biw=&bih=&gbv=2&oq=esia+max+D&aq=f&aqi=&aql=&gs_l=img.3…1037569.1040528.0.1041696.10.10.0.0.0.0.0.0..0.0…0.0.bbiUjUvEOSk
    http://docs.google.com/
    http://tryoutonlineforun.blogspot.co.id/; http://englishteacherforuminmojokerto.blogspot.co.id/; http://englishtensesgames.blogspot.co.id/ (Blog-blog penulis)
    transcritionsservice.com
    captiontube.appspot.com
    http://www.transcriptionstar.com/

     

      
    Artikel Ini Diikutkan Dalam Lomba Karya Guru Era Baru

    BIODATA GURU

    1.
    Nama
    ERWIN JOKO SUSANTO

    2.
    NIP
    19770906 200604 1 021

    3.
    NUPTK
    7238755656200013

    4.
    Jabatan
    GURU MAPEL

    5.
    Pangkat/Gol.Ruang
    Penata tk.1 / III d

    6.
    Tempat dan tanggal lahir
    Jombang, 07 September 1977

    7.
    Jenis Kelamin
    Laki-laki

    8.
    Agama
    Islam

    9.
    Mata Pelajaran
    Bahasa Inggris

    10.
    Masa Kerja Guru
    11 Tahun 1 Bulan

    11.
    Pendidikan Terakhir
    S-1 STKIP PGRI Jombang

     
     

     

     

     

     
    “Artikel Ini Diikutkan Dalam Lomba Karya Guru Era Baru”

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar