• Thumbnail

    Pemerintah Kabupaten Situbondo mengadakan Even Spektakuler yang akan dilaksanakan pada :
    Hari: Minggu
    Tanggal: 9 Nopember 2014
    Jam: 12.00 – Selesai
    Tempat: Di Alun – Alun Kota Situbondo

    even ini […]

  • trims infonya…………….semangat terus guruaru

  • makanya orang tua harus bisa mengatur pola makan anak perempuan menjelang masa pubertas.

  • Soal Penyampaian materi tentang PILKADA kita sesuaikan dengan kondisi riil saja yang ada dilapangan.

  • Guru : “ Apa cita-citamu nak?”
    Siswa : “ Aku ingin jadi dokter, guru, presiden,polisi,TNI,Mentri” ( jawban beranekaragam dari siswa)
    Guru : “ Bagus………….,semua cita-citamu sangat mulia”(guru memuji semua siswa)
    Siswa :” Tapi bagaimana kita meraih semua itu bu ?”
    Guru : “ Kamu harus sekolah yang rajin,terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi”
    Itulah kenangan saya masih duduk dibangku sekolah dasar,yang sering saya alami diselah-selah waktu senggang guru melontarkan pertanyaa apa cita-cita siswanya kelak setelah besar nanti. Saya kira semua pembaca/kita akan setujuh bahwa pertanyaan atau peristiwa itu masih sering terlontar oleh para orang tua dan guru pada anak/siswanya.
    Namun yang menjadi pertanyaan besar dalam hati yang sangat dalam sebagai seorang pendidik mengapa seorang yang berpendidikan rendah bisa menduduki jabatan yang sangat penting, seperti yang dialami Sri Pudjiastuti yang diangkat sebagai menteri kelautan dalam kabinet presiden Jokowi. Terlepas dari semua aturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita bahwa pengakatan menteri itu merupakan hak prerogratif seorang presiden,peristiwa ini sangat memprihatinkan sekali terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia serta pola pikir masyarakat terhadap dunia pendidikan itu sendiri.
    Masyarakat akan berfikir pendidikan itu tidak menjamin manusia/anak-anaknya untuk menggapai cita-citanya,pendidikan tidak akan menjamin manusia akan menjadi sukses. Kalau sebagian besar masyarakat kita mempunyai pola pikir seperti ini,bagaimana nasib dunia pendidikan kita kedepan lebih-lebih nasib bangsa dan negara yang kita cintai ini. Yang akhirnya juga pola pikir masyakat yang demkian itu akan berpengaruh terhadap pelaksanaan progaram-program pemerintah dalam dunia pendidikan tentang wajib bejar 9 tahun, yang disebakan rendahnya partisipasi masyskat Indonesia dalam menyuseskan program wajib belajar 9 tahun.
    Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undan-gundang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. Sedangkan Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
    Pejabat negara sebagai menteri merupakan salah satu bagian dari publik figur, yang segala bentuk sikap ucapan dan perbuatannya akan menjadi perhatian dan tauladan bagi segenap masyarakat Indonesia dan lebih-lebih bagi putra-putri kita segai generasi emas dalam kelangsungan bangsa ini. Terlepas dari semua kekurangan dan kelebihannya sebagai manusia biasa pejabat negara harus memberikan suri tauladan yang baik, yang bisa ditiru bahkan diidolakan oleh masyarakat, contohnya saja Ir Sukarno, Prof.Dr. BJ.Habibi mengapa kedua tokoh tersebut banyak di idolakan oleh para anak-anak kita mengapa demikian? Saya kira semua tahu apa jawabannya.
    Melihat sosok Menteri Kelautan yang dipilih oleh Presiden Jokowi selain berpendidikan rendah yang bersangkutan juga memiliki tato pada kakinya yang terlihat jelas pada saat pelantikan Menteri di Istana Kepresidenan kemaren yang sepat terekspos oleh surat kabar harian Jawa Pos. Bagi saya ini sangatlah tidak etis sekali seoarang menteri memiliki tato. Bagaimana nasib negara ini dan para generasi penerus bangsa apabila pejabat negara memiliki tato, ini yang menjadi kekuatiran saya selaku pelaku dunia pendidikan. Ini harus menjadi pemikiran kita bersama lebih-lebih dengan dilaksanakannya kurikulum 2013 yang lebih menekankan pada perubahan karakter bangsa, ini merupakan tangtangan dan habatan besar yang harus kita hadapi bersama.
    Beberapa kekuatiran yang mungkin terjadi terhadap ulasan diatas adalah:
    1. Berubahnya pola pikir masyarakat dan generasi muda akan perlunya pendidikan seperti yang di amanatkan UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pemdidikan nasional.
    2. Terhambatnya program wajib belajr 9 tahun dan pelaksanan Kurikulum 2013
    3. Terjadinya kemerosotan karakter generasi muda yang akan mendatang.
    Saran dan pesan saya bagi para Esksekutif dan Lagislatif terhadap mengakan pejabat negara setingkat mentri:
    1. Negara harus mempunyai UU yang mengatur tatacara pengakatan pejabat negara setingkat metri
    2. Pejabat negara setingkat mentri haruslah orang-orang memiliki intregitas,kapasitas,serta karakter yang bisa menjadi suri tauladan bagi bangsa dan negara
    Demikian postingan kali ini tentang ” KELUHAN SEORANG GURU SD TERHADAP KABINET INDONESIA HEBAT
    ”, semoga dapat bermanfaat. saya ucapkan banyak terima kasih. saya tunggu komentar yang membangun dan dapat menambah artikel diatas lebih baik lagi. Amin……………

  • ya pemberian jumlah soal kita harus lihat sikon pesertadidik kita……………..

  • semoga sukses dan bisa di terapkan dimasing-masing lembaga pendidikannya………….

  • semoga akan menambah kreativitas para guru

  • kok baru di infokan, apa bisa kalau sya daftar…………………..

  • “Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia”
    “Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia”
    “Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”
    Itulah yang diikrarkan oleh pemuda dan pemudi Indonesia yang lebih dikenal Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
    Hari ini Rabu, 28 Oktober 2014 semua pasti sudah tahu dan mengerti peristiwa penting yang terjadi di negeri tercinta ini 86 tahun silam yaitu peristiwa sejarah Sumpah Pemuda merupakan suatu bentuk pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan diantaranya Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

    Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat yaitu:

    Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
    Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
    Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

    Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

    Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)

    Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)

    Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)

    Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)

    Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)

    Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)

    Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)

    Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)

    Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

    Peserta :

    Abdul Muthalib Sangadji

    Purnama Wulan

    Abdul Rachman

    Raden Soeharto

    Abu Hanifah

    Raden Soekamso

    Adnan Kapau Gani

    Ramelan

    Amir (Dienaren van Indie)

    Saerun (Keng Po)

    Anta Permana

    Sahardjo

    Anwari

    Sarbini

    Arnold Manonutu

    Sarmidi Mangunsarkoro

    Assaat

    Sartono

    Bahder Djohan

    S.M. Kartosoewirjo

    Dali

    Setiawan

    Darsa

    Sigit (Indonesische Studieclub)

    Dien Pantouw

    Siti Sundari

    Djuanda

    Sjahpuddin Latif

    Dr.Pijper

    Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)

    Emma Puradiredja

    Soejono Djoenoed Poeponegoro

    Halim

    R.M. Djoko Marsaid

    Hamami

    Soekamto

    Jo Tumbuhan

    Soekmono

    Joesoepadi

    Soekowati (Volksraad)

    Jos Masdani

    Soemanang

    Kadir

    Soemarto

    Karto Menggolo

    Soenario (PAPI & INPO)

    Kasman Singodimedjo

    Soerjadi

    Koentjoro Poerbopranoto

    Soewadji Prawirohardjo

    Martakusuma

    Soewirjo

    Masmoen Rasid

    Soeworo

    Mohammad Ali Hanafiah

    Suhara

    Mohammad Nazif

    Sujono (Volksraad)

    Mohammad Roem

    Sulaeman

    Mohammad Tabrani

    Suwarni

    Mohammad Tamzil

    Tjahija

    Muhidin (Pasundan)

    Van der Plaas (Pemerintah Belanda)

    Mukarno

    Wilopo

    Muwardi

    Wage Rudolf Soepratman

    Nona Tumbel

    Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yami. Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :

    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

    Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

    Adapun makna pelajaran yang terkandung dalam peristiwa tersbut adalah adanya kesadaran yang tinggi dalam jiwa pemuda Indonesia sejak itu akan rasa nasionalisme yaitu bangga dan mengakui adanya bangsa,tanah air dan bahasa yang satu yaitu indonesia. Semangat inilah yang perlu kita tauladani dan kita amalkan masyarakat Indonesia saat ini yang pada akhir-akhir ini mengalami hedrasi nasionalisme. Lebih-lebih menyonsong Indonesia baru dan pemimpin baru yang akan memelakukan gebrakan perubahan total melalui REVOLUSI MENTAL, mudah-mudahan bukan hanya slogan saja. Ribuan bahkan jutaan masyarakat Indonesia menanti perubahan Indonesia baru dan hebat,seperti yang dicita-citakan oleh para tokoh-tokoh pendahulu kita.

    Demikian postingan kali ini tentang ”Sejarah Sumpah Pemuda, semoga dapat bermanfaat dan dapat kita terapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. saya ucapkan banyak terima kasih. saya tunggu komentar yang membangun dan dapat menambah artikel diatas lebih baik lagi.Amin……………

     

    By:@Abd Hamid

     dikutip dari : mailto:http://www.wikipedia.org

  • saya tunggu kehadiran buku tersebut bang

  • selamat terus berkreasi…………

  • Ok saya juga sependapat……………….

  • Mungkin disinilah letak permasalahannya,sehingga pemerintah ingin mengubah sistem pengangkatan Kasek dan Kadispendik yang akan mendatang,kita liahat saja bagaimana perkembangan kedepan di erah pemerintahan yang […]

  • Salam Super untuk kita semua, semoga kita selalu Super dalam menjalini hari-hari kita. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba memposting artikel tentang” KASEK DAN KADISPENDIK JABATAN KARIR, BUKAN JABATAN POLITIS” […]

  • Salam Super buat kita semua yang telah mengunjungi blog sederhana ini, kali ini saya akan memposting artikel tentang”Implementasi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada kurikulum 2013”. Saya memberanikan diri untuk […]

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar