• antropologi : ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaan pada masa lampau
    arca : patung yang dibuat dari batu dan dipahat menyerupai binatang atau manusia
    artefak : semua benda yang jelas memperlihatkan hasil garapan, sebagian, atau seluruhnya sebagai hasil pengubahan sumber alam oleh manusia
    bejana : benda berongga yang dapat diisi dengan cairan atau serbuk dan digunakan sebagai wadah
    candrasa : pedang, kapak corong yang panjang
    dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup
    dolmen : monumen prasejarah berupa meja batu datar yang ditopang oleh tiang-tiang batu
    ekofak : benda dari unsur lingkungan hidup yang berperan dalam kehidupan masyarakat masa lalu yang mengandung peninggalan
    abiotis atau biotis evolusi : perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit)
    fitur : artefak yang tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tempatnya
    fosil : sisa tulang belulang binatang atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah
    geologi : ilmu tentang komposisi, struktur, dan sejarah bumi
    hakiki : sebenarnya, sesungguhnya
    interpretasi : pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu; tafsiran
    kronologi : urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa
    kronologis : menurut urutan waktu (dalam penyusunan sejumlah kejadian atau peristiwa)
    menhir : batu besar hasil kebudayaan megalitikum seperti tiang atau tugu yang ditegakkan di atas tanah sebagai tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang
    moko : alat bunyi-bunyian zaman dulu berupa genderang dengan selaput suara dari logam, dipakai sebagai mas kawin atau pelengkap upacara kebesaran
    nekara : gendang besar terbuat dari perunggu berhiaskan ukiran orang menari (perahu, topeng), peninggalan dari zaman perunggu digunakan dalam upacara keagamaan
    palaeoantropologi : ilmu tentang asal-usul manusia dengan cara meneliti fosil yang telah membatu
    rekonstruksi : pengembalian seperti semula; penyusunan (penggambaran) kembali
    sarkofagus : peti mati yang dibuat dari batu
    situs : bidang tanah yang mengandung peninggalan purbakala dan pernah dijadikan tempat kegiatan masyarakat masa lalu
    tembikar : barang dari tanah liat yang dibakar dan berlapis gilap;  pecahan periuk
    verifikatif : bersifat verifikasi (pemeriksaan tentang kebenaran, pernyataan)
    waruga : bentuk kuburan batu yang banyak ditemukan di Minahasa berupa peti batu kecil berbentuk kubus dan mempunyai tutup berbentuk atap rumah

    Bisa diakses di http://mr-alim.blogspot.co.id/2017/06/glosarium-sejarah.html


  • Koleksi foto KBTD

    Inilah sosok Letnan Jendeal H. Soedirman yang namanya saat ini digunakan sebagai nama stadion di Kabupaten bojonegoro. Banyak yang beranggapan bahwa beliau itu sama dengan jenderal Besar Soedirman. Padahal kenyataannya beliau adalah asli orang Bojonegoro yang dilahirkan di Desa Ngringinrejo. Beliau merupakan komandan Brigade I/ Rongolawe yang saat terjadinya Agresi Militer Belanda II bertanggung jawab atas wilayah Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Lamongan.

    [youtube]https://www.youtube.com/watch?v=dl7HpQPHaak[/youtube]

    http://komunitasbtd.blogspot.co.id/2017/03/jendeal-h-soedirman-bojonegoro.html

  • Thumbnail
    Ceritakanlah sejarah keluarga kalian!

    Banggalah dan tulislah sejarah keluarga & orang disekitarmu.

    Syarat & ketentuan:

    1. “Lomba Gratis”.

    2. Peserta adalah siswa (SMA/MA/MK) & Mahasiswa.

    3. […]

  • pengumuman itu kluar/close pak.
    baru nanti muncul iconnya.
    gambar pertama warna kuning dikuarin aja pak soalnya itu tutorial pop/layang.

    ini pesan nama pak sebenarnya.
    kalau ligalitas permanen ttp hrs ada […]

  • Thumbnail
    Buka browser anda dan ketik alamat url https://www.ahu.go.id/

    Cari ikon/menu perkumpulan atau komunitas dan klik untuk registrasi nama perkumpulan anda

    Maka akan tampil seperti gambar […]

  • siap bu fita.
    salam kenal bu.

  • Thumbnail
    Buka link laman mysch.id dan klik buat sekarang, jika anda ingin melihat contohnya bisa klik demo.

    Pilih paket website sekolah anda, terdapat 3 paket yaitu paket gratis, paket basic dan paket […]

  • pak usep, iwan, dan pak oma.
    siap meluncur ke tkp. hehe

    pak adi.
    semangat pak!

  • pak iwan.
    oke langsung ke tkp

  • pak subakri
    oke sudah saya baca pak.

  • bermimpilah apa yang kauninginkan,
    namun jangan tidur dalam mimpi itu.

    salam.kenal.

  • silahkan pak ditulis alamat blog/webnya. biar saya bisa berkunjung nih ke perpus mini hehe

  • ganti avatarnya via gravatar aja pak lebih mudah. jadi kalau bapak pakai wordpress pakai gravatar lbh enak. otomatis di profil smua akun wordpress trmasuk guraru sudah ada ftonya.

    soalnya pluing mungkin belum […]

  • Selamat siang bapak ibu guru di seluruh Indonesia, mungkin kurang lengkap rasanya jika saya hanya membaca tulisan panjenengan terkait tulisan lomba saja. Benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang, mungkin saya tidak bisa berkunjung dan bertemu dengan bapak ibu guru secara langsung. Di era digital ini mungkin tidak perlu bertemu secara langsung untuk berdiskusi dan bersilaturahim dengan gurarues. Tanpa banyak kata, saya ingin berkunjung ke blog/web bapak ibu guru disini. Monggo ditulis di komentar alamat blog/webnya, sehingga saya bisa belajar dan mendapat ilmu dari bapak ibu guru disini. Inti dari tulisan ini adalah BLOGWALKING yang mana saling berkunjung antara user dengan user lain yang mengelola blog/web. Karena analoginya blog/web merupakan perpustakaan bahkan rumah mini yang bapak ibu miliki di dunia maya.

    mohon tuliskan alamat blog/web bapak ibu guru di komen. Hitung-hitung berkunjung dan silatymurohim via blog/web.

    http://mr-alim.blogspot.co.id/

  • terimakasih pak atas apreasinya.
    saya juga banyak belajar dari bapak dari tulisan di blog pribadi

  • Sumber Belajar
    Dalam proses belajar dan pembelajaran, sumber belajar sangatlah dipentingkan. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai (Sanjaya, 2006: 172). Menurut Rohani (1997: 102) sumber belajar (learning resources) “ sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar”. Sumber belajar adalah sebuah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung,sebagian atau secara keseluruhan (Sudjana dan Rivai, 2009: 76). Pada dasarnya sumber belajar secara umum adalah segala sesuatu yang disekitar speserta didik sebagai sarana belajar dengan tujuan tercapainya tujuan pembelajaran. Sumber belajar sangatlah penting keberadaannya untuk pedoman peserta didik dalam mencari materi dan memecahkan masalah. Peran dari sumber belajar dalam kegiatan belajar dan pembelajaran menurut Musfiqon (2012: 128) sumber belajar merupakan kebutuhan penting yang bisa menjadi sumber belajar, sumber alat, sumber peraga, serta kebutuhan lain yang diperlukan dalam pembelajaran.
    Macam-Macam Sumber Belajar
    Sumber belajar bukan berbentuk satu jenis saja, tetapi didalam sumber belajar memiliki macam-macam bentuk. Sumber belajar dapat diklasifikasikan berdasarkan wujudnya antara lain, Sumber belajar tercetak, Sumber belajar noncetak, Sumber belajar yang berbentuk fasilitas, Sumber belajar yang berupa kegiatan, Sumber belajar berupa lingkungan di masyarakat (Sudjana dan rivai, 2009: 80).
    Menurut Soeharto (2003) dalam Musfiqon (2012: 131) “sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sumber belajar yang dirancang (by designed) dan sumber belajar yang tinggal dipakai atau jadi (by utilization)”. Sumber belajar yang dirancang atau by designed merupakan sumber belajar yang dikembangkan dan diproduksi untuk pembelajaran, sedangkan sumber belajar by ulilization merupakan sumber belajar yang sudah ada dan dimanfaatkan untuk pembelajaran. Sumber belajar ini dibedakan berdasarkan tujuan pembuatannya. Sedangkan sumber belajar berdasarkan cara memperoleh informasinya dapat dibedakan menjadi jenis visual, audio dan audiovisual (Sitepu, 2014: 64).
     Perbedaan Media dan Sumber Belajar
    Media pembelajaran berbeda dengan sumber belajar, menurut Khanifatul (2013: 30) berpendapat bahwa ”secara umum media segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Djamarah & Aswan (2006: 121) berpendapat hakikat media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Sumber belajar menurut Percival dan Ellington (1988) dalam Sitepu (2014: 19-20) menyatakan “sumber belajar dipakai dalam pendidikan dan pelatihan adalah sebuah sistem yang terdiri atas sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan peserta didik belajar secara induvidual”.
    Perbedaan antara media dan sumber belajar secara umum bahwa media sebuah alat dan saran penyampai informasi dan seakan-akan memiliki waktu serta ruang terbatas. Media tidak selalu bisa dipakai dalam pembelajaran dikarenakan harus sesuai antara media dan strategi pembelajaran. Sedangkan sumber belajar memberikan pengetahuan yang luas dan tidak sebagai sarana penyampai tetapi sebagai temapat asal suatu pembelajaran serta bersifat mandiri.
    ARTIKEL INI JUGA DAPAT DIAKSES DI http://mr-alim.blogspot.co.id/2017/05/sumber-belajar-dalam-proses-belajar-dan.html

  • Dalam suatu pembelajaran strategi pembelajaran sangatlah penting untuk menciptakan suasana yang baik bagi peserta didik sehingga memunculkan minat dan motivasi yang lebih baik terhadap pelajaran yang berlangsung. Minat dan motivasi yang tinggi atau rendah terhadap mata pelajaran akan berdampak pada hasil pembelajarannya, karena dari itulah dibutuhkan strategi yang tepat penerapannya. Pembelajaran sejarah seringkali dipandang sebagai pelajaran yang membosankan, tidak bermanfaat, tidak penting dan seakan pelajaran sejarah hanya sebagai pelajaran “pupuk bawang” bagi pelajaran lainnya.

    Banyaknya faktor-faktor yang membuat pelajaran sejarah menjadi tidak menarik dan dihindari oleh siswa. Yang pertama, guru selaku pendidik ataupun fasilitator seringkali menggunakan strategi dengan metode yang monoton yaitu ceramah. Hal inilah yang membuat peserta didik bosan, jenuh sehingga ngantuk dan tertidur pulas di dalam kelas. Banyak siswa yang mengeluh dengan metode ceramah yag mengakibatkan siswa pasif dalam pembelajaran berlangsung di kelas. Kedua, stratgei dan model pembelajaran yang monoton dari pertemuan pertama sampai terakhir tentulah membosankan, semestinya aguru haruslah berinovasi dalam belajar dan pembelajaran sehingga tercipta lingkungan belajar yang baik untuk keberlangsungan proses belajar peserta didik. Dengan lingkungan belajar yang baik diharapkan dapat menunjang pembelajaran dan mengatasi penghambat dalam proses pembelajaran itu sendiri. seperti dengan pendapat Ibrahim (1988: 176) yang mengatakan “berbagai masalah pembelajaran dapat diatasi dengan berbagai alternatif metode mengajar”. Pendapat Ibrahim ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh pendidikan yang berada di Amerika tentang pendidikan Amerika yang dijelaskan dalam bukunya, sehinga dapat disimpulkan strategi juga berpengaruh.

    Dalam menerapkan inovasi mengajar atau strategi pembelajaran guru haruslah memperhitungkan matang-matang media, alat ajar, dan lainnya yang mampu melayani semua gaya belajar peserta didik. Gaya belajar peserta didik yang berbeda-beda sebagai dasar penentu strategi guru dalam pembelajarannya yang harus menyertakan aspek audio, visual dan kinestetik. Gaya belajar ini juga dikemukakan oleh Deporter & Heraki (2002: 140) yang menyatakan “tidak semuanya orang bisa belajar secara baik visual, auditorial dan kinestetik dikarenakan tidak semua orang imbang dalam menggunakan otak kiri dan kanan”. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa dominasi otak menentukan cara belajar, tetapi perlu diketahui gaya belajar tidak menentukan dominasi otak kanan ataupun kiri dikarenakan gaya belajar pada dasarnya hanya membutuhkan pembiasaan yang intensif. Mengidentifikasi gaya belajar peserta didik berdasarkan otak kanan dan kiri pastilah sulit dengan jumlah dalam kelas yang banyak, tetapi menurut Jansen (2011: 25) bahwasannya “sisi kiri memproses bagian-bagian, bahasa dan itu dilakukan secara runtut, sedangkan sisi kanan memproses keseluruhan informasi spasial dan itu dilakukan secara acak”

    Ketiga, cara belajar siswa yang salah, siswa tidak mampu belajar dengan maksimal karena tidak mengerti model belajar yang pas untuk dirinya. Seperti yang disinggung pada fator kedua yaitu model belajar siswa bermacam-macam. Keempat adalah orang tua dan lingkungan. Faktor ini sering dilupakan dan tidak dianggap penting tetapi sebenarnya faktor ini penting bagi psikologis anak dalam kehidupan khususnya pada saat belajar. faktor terakhir adalah materi atau pelajaran sejarah itu sendiri. pelajaran sejarah sangatlah banyak yakni dari awal yaitu prasejarah sampai kontemporeryang mana membuat siswa kesulitan menangkap mmateri pelajaran yang berakhir pada rendahnya motivasi dan minat terhadap mata pelajaran sejarah. Dari faktor tersebut maka penulis ingin mengembangkan strategi bisik berantai sejarah Indonesia (SERASI) sebagai alternatif  strategi pembelajaran sejarah.

    Tinjauan Teori

    Dalam membuat strategi pembelajaran tentulah berangkat dari teori belajar, gaya belajar dan mungkin mengadopsi serta kolaborasi dari strategi lain dengan tujuan menyempurnakan strategi pembelajaran yang efektif. Teori-teori yang digunakan untuk memperkuat strategi ini antara lain adalah:

    1. Teori Gagne

    Robert Gagne memperkenalkan teori yang mengenai pemrosesan informasi yang merupakan teori kognitif. Dimana teori ini menjelaskan  “bagaimana informasi diterima, disimpan dan diambil kembali dari otak” (Sani, 2013: 16). Hal ini menunjukkan proses informasi dalam melakukan pemmbelajaran sagat vital. Dalam alternatif strategi pembelajaran teori Gagne sebagai dasar pengembangan strategi SERASI.

    2. Gaya belajar VAK

    Dalam belajar siswa tentulah berbeda. gaya belajar siswa bukan sebagai penghalang guru dalam menyampaikan dan mengatur suasana di kelas, tetapi diharapkan memotivasi guru untuk menginovasi strategi alternative pembelajaran gaya belajar siswa dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

    a. Visual

    Gaya belajar visual belajar yang menekankan pada penglihatan

    b. Auditorial

    Gaya belajar yang menenkankan pada pendengaran

    c. Kinestetik

    Gaya belajar yang melibatkan kontak fisik.

    3. Teori Investigasi Kelompok

    Dikembangkan oleh John Dewey, Herbert Thelen, Shlomo Sharan, Rachel Herl dan Lazarowitz. Teori ini pada dasarnya adalah untuk mengembangkan ketrampilan berpartisipasi dalam proses demokratis. Pembelajaran juga focus pada perkembangan sosial, ketrampilan akademik, pemahaman dan kemampuan inkuiri.

    4. Pembelajaran Kooperatif

    Metode pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori psikologis sosial untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berinteraksi dengan orang lain. Metode pembelajaran kooperatif ini dapat dikombinasikan dengan metode lainnya untuk berbagai tujuan pembelajaran.

    STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF SEJARAH (SERASI)

    Strategi dalam pembelajaran yang menarik pastilah membuat suasana pembelajaran yang nyaman untuk belajar. strategi alternatif pembelajaran sejarah. Strategi ini mengambil dari permainan anak-anak pada umumnya yang dimainkan berkemlompok yang lebih dari satu orang. Permainan ini sering disebut permainan tradisional dan permainan ini juga sering digunakan pada kegiatan pramuka. Permainan ini diadopsi utuk pembelajaran dan di inovasi sehingga memnuhi sebagai strategi pembelajaran sejarah yang menraik. Dalam strategi ini memuat 3 gaya belajar yang berbeda –beda yakni visual, auditorial dan kinestetik.

    Dalam metode serasi ini gaya belajar berdasarkan visual terlihat atau termuat ketika siswa atau perwakilan kelompok melihat materi atau kata kunci yang diberikan guru kepada siswa tersebut. Ciri dari gaya belajar visual terlihat dari ketelitian siswa dalam melihat. Kedua adalah auditorial dimana gaya blajar ini tercermin pada saat siswa melaksanakan bisik an kepada teman kelompoknya untuk menyampaikan informasi. Ciri dari gaya belajar auditorial adalah suka mendengar, peka dengan suara dan berbicara keras untuk mendengarnya kembali. Yang terakhir gaya belajar kinestetik dimana saat berinteraksi siswa melibatkan fisik di dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Contoh ketika memberikan kode kepada temannya dengan gerakan fisik. Ciri gaya belajar kinestetik adalah suka bergerak saat belajar atau tidak bisa diam tenang.

    Dalam pembelajaran ini juga mengambil sebagian dari strategi pembelajaran simulasi, dimana hal ini terlihat ketika siswa melakukan simulasi sebagai stimulus dan penyampai informasi kepada anggota lain. Dalam strategi simulasi tersebut akan melalui berbagai hal antara lainnya “tahapan mengalami, menyatakan, mengerti dan memastikan” (Ismain, 1991: 60).

    Dalam strategi serasi ini mengusahakan melaani 3 cara gaya belajar yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, serta diharapkan peserta didik termotivasi dan merasa senang dalam proses belajar dan pembelajaran. Menurut para ahli dalam strategi pembelajaran yang inovatif tetap melihat aspek-aspeknya di dalam menyusun strategi. 3 gaya belajar menurut Deporter & Heraki (2004: 116-118) ciri-ciri visual salah satunya teliti terhadap yang detail, auditorial suka berbicara dan kinestetik berorietasi pada fisik dan banyak gerak”. Hal ini harus diperhatikan pendidik untuk  membuat strategi  yang efisien.

    Langkah-langkah

    Adapun langkah-langkah untuk melakukan strategi SERASI ini antara lain adalah:

    1. Guru menyiapkan materi yang akan dibahas. Pemateri harus di pertimbangkan

    2. Menyiapkan pembagian kelompok. Contoh 30 peserta didik dibagi 3 kelompok dengan masing-masing terdiri 10 orang

    3. Semua anggota kelompok berbaris dengan rapi. Berbaris dengan rapi diperlukan dan anggota lain menghadap ke belakang, dan diperbolehkan melihat ke depan ketika disentuh pundaknya

    4. Siswa perwakilan maju melihat stimulus guru

    5. Siswa atau kelompok lain sebagai juri untuk melihat kejujuran dari kelompok yang sedang melakukan bisik berantainya

    6. Siswa pertama membisikkan kode yang di beri guru kepada teman yang berada di belakangnya

    7. Informasi kemudian disampaikan secara berurutan secara bisik berantai

    8. Siswa terakhir bisa menyebutkan kata kunci dengan menjelaskan ataupun mensimulasikan jika perlu (sesuai materi).

    Hal ini bisa dimodifikasi oleh guru untuk tidak membosankan peserta didik dengan merubah sedikit cara bermain. Bisik berantai pada intinya informasi bisa dikembangkan dengan sambung kata atau kata berantai. Guru memberi kata kunci kepada siswa pertama yang ditunjuk acak. Contoh “Soekarno” maka siswa yang bertindak sebagai pemimpin menyambung dengan kata lain misalnya disambung dengan “Bapak Proklamasi” siswa ketiga “terkenal dengan orasi ulung” dan seterusnya sampai siswa terakhir tidak bisa menjawab dan guru meminta siswa itu menjelaskan dan menyampaikan hasil sambung kata atau kata berantai. Hal ini dilakukan di sela-sela pelajaran ataupun akhir pelajaran dan bisa sebagai tolak ukur evaluasi dalam pembelajaran.

    Kelebihan

    1. Aktifitas yang menyenangkan bagi siswa, sehingga menarik minat dan motivasi siswa untuk belajar khususnya mata pelajaran sejarah

    2. Mendorong guru dan siswa aktif di dlamnya

    3. Mengurangi segi-segi abstrak, sebab meskipun mengenai abstraksi tetapi dilaksanakan dengan bentuk ynag berbeda

    4. Memungkinkan memunculkan respon yang positif dari siswa yang terlibat di dalamnya sehingga lebih nyaman

    5. Mendorong siswa berfikir di dalam aktivitasnya

    6. Membuat sifat jujur di dalam aktivitasnya

    7. Merangsang berbgai variasi belajar dengan gaya visual auditorial dan kinestetik

    Kekurangan

    1. Waktu harus banyak dan materi tidak banyak abstraknya apabila banyak maka kurang efektif

    2. Membutuhkan banyak ide dan hal yang baru sedangkan materi dan tujuan harus terpenuhi

    3. Suasana gaduh apabila tidak bisa dikendalikan

    artikel ini juga dapat dibaca di http://mr-alim.blogspot.co.id/2017/04/strategi-bisik-berantai-sejarah.html

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar